Senin, 29 April 2013



Aku Sayang Abah Dan Mama

Hari ini adalah yang bahagia untuk kita semua yang masih mempunyai ORANG TUA. Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita di kelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Bicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita. Yaitu keluarga, terutama orang tua. Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan, serta bimbingan dari orang tua.
Bahagia ku sorga mereka ..
Derita ku pilu mereka ..
Aku berdiri di sebuah jalan setapak yang gelap, pandangan ku tertuju pada dua orang di kejauhan sana. Tatapan mata yang begitu teduh dan senyuman yang tak asing di mata ku. Dua orang yang sangat aku hargai. Dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai, dan aku sayangi.
Ya .. mereka Abah dan Mama ku.
Dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka. Seiring dengan langkah, terlintas di benak ku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini.
MAMA yang telah mengandung ku selama 9 bulan, MAMA yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini. MAMA juga yang telah merawat ku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
ABAH yang telah mendidik ku. ABAH yang rela bekerja banting tulang ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup, detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tehun.
Apa yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka ?

 Sering aku tutup kuping ga mau dengerin nasehat mereka. Sering banget aku bohong kepeda mereka untuk kepuasan ku. Sering aku ngalawan jika mereka marah karena kenakalanku. Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaan ku. Dan bahkan, sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku “ Dasar crewet, kuno, kolot”. Tapi apakah mereka menyimpan perasaan dendan terhadapku ? Tidak, tidak sama sekali. Mereka dapat tulus memaafkan kehilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka. Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap do’a-do’a mereka. Hingga aku menjadi seperti sekarang ini.
Ya Allah...
Betapa durhakanya aku, tak sadarkah aku bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti di hidup ku.
Langkah-langkah ku berhenti di hadapan mereka, dan ku pandangi Abah dan Mama ku inci demi inci. Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk. Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput. Ku tatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata. Air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihat aku tumbuh sedewasa ini. Ku cium tangan mereka, ku peluk mereka sambil berkata “Abah mama, yang aku berikan hari initidak akan cukup membalas semua yang telah Abah dan Mama berikan kepada ku. Terimakasih Abah, terimakaish mama. Aku sayang Abah dan Mama sampai akhir hayat ku”.
Terimakasih :’(

Nok Tiara Bluesy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar