Selasa, 30 April 2013

Resensi Novel Slank 5 Hero Dari Atlantis (peace: virus padi dan sayur)


RESENSI NOVEL SLANK 5 HERO DARI ATLAntis


Menjelang 3 dekade atau tahun ke-30 Slank berkarya di blantika musik Indonesia, Slank mendapat hadiah berupa novel politik (semua umur) karangan Sukardi Rinakit berjudul ‘SLANK 5 HERO DARI ATLANTIS (Peace: Virus Padi dan Sayur)’ dimana kelima personil Slank menjadi tokoh utama dalam novel fiksi tersebut.
Novel politik setebal 272 halaman yang diterbitkan oleh ‘Galang Pustaka’ ini mengisahkan tentang 5 orang pemuda yang nggak lain adalah personil Slank yang berpetualang di Negara Atlantis, sebuah negara dengan tata kehidupan yang nggak jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Pada awalnya Atlantis dikenal paling makmur di dunia, namun dikarenakan tindak kejahatan mulai dari kekerasan hingga korupsi merajalela, maka negara tersebut semakin kacau ditambah lagi dengan beragam bencana alam yang diramalkan bakal memporakporandakan Atlantis.
 
 
 Nggak ada cara lain untuk menyelamatkan Atlantis selain menemukan 5 pemuda terpilih untuk menimba ilmu di Perguruan Stones Complex dan menguasai beragam ilmu pengetahuan yang nantinya bisa digunakan untuk membela rakyat dan menyelamatkan Atlantis dari keterpurukan. Tentunya, Slank juga harus berjuang melewati segala halangan dan rintangan yang datang  dan salah satunya adalah Geng Decoctor yang nggak lain adalah senior Slank di Perguruan Stones Complex dan menjadi musuh bebuyutan Slank. Selain itu, cuma di dalam novel ‘SLANK 5 HERO DARI ATLANTIS (Peace: Virus Padi dan Sayur)’ inilah Slank bakal tampil di acara kampanye dan menjadi tim sukses salah satu pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur demi melawan kecurangan, money politics, manipulasi data surat suara, serta kekejian kandidat lain.

 
 
Selain itu, dalam novel politik ini juga terdapat terjemahan beragam lirik lagu Slank yang bisa lebih memperkenalkan bagaimana Slank sesungguhnya dan tentunya membantu membuka mata pihak yang nggak menyukai Slank. Setelah diterbitkan pada 28 Januari 2013 kemarin, novel ‘SLANK 5 HERO DARI ATLANTIS (Peace: Virus Padi dan Sayur)’ saat ini sudah tersedia di seluruh toko buku di Indonesia dengan harga yang tentunya sepadan dengan apa yang dapat ditemukan di novel politik ‘SLANK 5 HERO DARI ATLANTIS (Peace: Virus Padi dan Sayur)’.      Semoga buku ini bisa jadi pencerahan bagi anak-anak muda di bawah Slank, supaya lebih serius dan peduli terhadap bangsanya sendiri. PISS                                                                                                                                                                                                                                             Judul Buku : SLANK 5 HERO DARI ATLANTIS (Peace: Virus Padi dan Sayur)| Penulis : Sukardi Rinakit | Penyunting : Among Pulung | Penata Isi : Amir | Desain Sampul  : Joko | Penerbit : Galang Pustaka | Tebal : 272 Halaman  

nok tiara :)

Senin, 29 April 2013



Aku Sayang Abah Dan Mama

Hari ini adalah yang bahagia untuk kita semua yang masih mempunyai ORANG TUA. Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita di kelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Bicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita. Yaitu keluarga, terutama orang tua. Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan, serta bimbingan dari orang tua.
Bahagia ku sorga mereka ..
Derita ku pilu mereka ..
Aku berdiri di sebuah jalan setapak yang gelap, pandangan ku tertuju pada dua orang di kejauhan sana. Tatapan mata yang begitu teduh dan senyuman yang tak asing di mata ku. Dua orang yang sangat aku hargai. Dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai, dan aku sayangi.
Ya .. mereka Abah dan Mama ku.
Dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka. Seiring dengan langkah, terlintas di benak ku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini.
MAMA yang telah mengandung ku selama 9 bulan, MAMA yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini. MAMA juga yang telah merawat ku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
ABAH yang telah mendidik ku. ABAH yang rela bekerja banting tulang ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup, detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tehun.
Apa yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka ?

 Sering aku tutup kuping ga mau dengerin nasehat mereka. Sering banget aku bohong kepeda mereka untuk kepuasan ku. Sering aku ngalawan jika mereka marah karena kenakalanku. Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaan ku. Dan bahkan, sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku “ Dasar crewet, kuno, kolot”. Tapi apakah mereka menyimpan perasaan dendan terhadapku ? Tidak, tidak sama sekali. Mereka dapat tulus memaafkan kehilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka. Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap do’a-do’a mereka. Hingga aku menjadi seperti sekarang ini.
Ya Allah...
Betapa durhakanya aku, tak sadarkah aku bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti di hidup ku.
Langkah-langkah ku berhenti di hadapan mereka, dan ku pandangi Abah dan Mama ku inci demi inci. Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk. Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput. Ku tatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata. Air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihat aku tumbuh sedewasa ini. Ku cium tangan mereka, ku peluk mereka sambil berkata “Abah mama, yang aku berikan hari initidak akan cukup membalas semua yang telah Abah dan Mama berikan kepada ku. Terimakasih Abah, terimakaish mama. Aku sayang Abah dan Mama sampai akhir hayat ku”.
Terimakasih :’(

Nok Tiara Bluesy

Minggu, 28 April 2013

PUTIH, HITAM, DAN ABU-ABU (part 1)


Putih, Hitam, dan Abu-abu (part 1)
Itu bukanlah khayalan, apa lagi mimpi
Sangat jelas aku melihatnya
Bagaimana mungkin aku tidak menyakininya
Mana yang hitam
Mana yang putih
Dan mana yang abu-abu
Betapa diriku tidak adil
Apabila hanya mengambil salah satu diantaranya
Semua adalah bukti adanya kehidupan
Dimana semuanya saling mengisi
Antara yang hitam yang putih dan yang abu-abu
Namun hati ini didak bisa dipungkiri
Akan kejadian-kejadian yang teramat melukai
Karna ada satu warna yang mendomonasi
Entah itu putih, hitam, ataupun abu-abu

RINDU !


RINDU :(

Terlintas sesekali dalam benak ku, ketika aku termenung sendiri. Rasa itu kembali datang, perasan rindu pada tempat dimana aku dibesarkan. aku ingin pulang, setelah bertahun tahun aku tinggalkan kampung halaman ku. Namun, aku berfikir adakah jalan untuk ku kembali, dan apakah setelah aku kembali aku akan dimaafkan?
Bertahun tahun aku berfikir untuk kembali, akan tetapi baru saat itu, aku benar benar merasa sangat ingin kembali ke kampung ku di mana di tempat itu aku dilahirkan. Dan akhirnya aku pun memutuskan  untuk mencoba kembali pulang secepatnya, walau apapun yang terjadi dan apapun resikonya.
Aku sangat merindukan keluarga ku, kerabat ku, dan teman teman ku. Aku sangat ingin pulang, walau pun aku tahu saat aku kembali semuanya akan berubah.
Aku pun memikirkan ribuan cara bagaimana agar aku bisa pulang, akan tetapi banyak cara yang sudah aku lakukan namun tetap gagal. Akhirnya aku menyerahkan semuanya  kepada yang kuasa. Beberapa bulan berlalu, harapan ku tak kunjung hilang, setiap malam aku berdoa dan memnta kepada yang kuasa agar aku dapat pulang ke kampung halaman ku.
Akhirnya setelah aku mencoba dan berdoa aku pun mendapatkan jalan untuk ku kembali. Saat itu aku bertemu kerabat ku di sebuah mall, aku berbincang cukup lama dengan dengan dia. Alhasil dari pembicaraan ini yang kian lama aku mendapatkan nomor telepon adik ku.
Sesampainya di rumah aku secepatnya menghubungi nomor telepon yang diberikan oleh kerabat ku. Setelah beberapa kali aku mencoba namun belum ada jawaban dari nomor telepon yang aku tuju. Aku pun tidak menyerah, terus ku mencoba namun, tidak ada jawaban juga. Setelah hampir setengah jam aku mencoba akhirnya mendapat jawaban dari nomor tersebut.
Cklgggg, suara telepon telah diangkat oleh seseorang di seberang sana.
“Halo, assalamualaikum.” Seorang laki separuh baya mengangkat teleponnya.
“Waalaikum salam, apa benar ini saudara Yusro?” dengan nada sedikit gugup aku berbicara.
“Ya. Benar ini Yusro ada apa ya?” Tanya laki laki itu.
“Yusro? Benar ini Yusro yang di Bandung kan?” lanjut ku.
“Iya, kamu benar, ada apa?” tanyanya kembali.
“Yusro ini bang Dirwan de,,, ini abangmu, kau ingat?”
“Bang Dirwan?? Benarkah??? Aku tidak percaya.” Ucap laki laki itu.
“Iya de, bener ini abangmu sayang…” jawab ku meyakinkan.
“Abang… aku kangen sama abang. Sudah lama kita tidak bertemu. Kenapa abang baru menghubungiku sekarang bang?? Kenapa??” teriak laki laki itu dengan nada sedikit rintih.
“Maafkan abang sayang, maaf… abang pun merindukanmu sama sepertimu” ucap ku sambil menangis.
“Bagaimana kabarmu bang? Apa semuanya baik? Ceritakan pada ku.” Pinta laki laki itu.
“Iya abang baik, abang juga sudah memiliki keluarga. Bagaimana denganmu?” tanya ku.
“Sama aku pun baik kapan abang pulang?”
“Maaf. Abang tidak tahu. Abang bimbang untuk pulang.”
“kenapa? Apa karena masalah yang dulu?”
“Ya, kau benar de.”
“Tenanglah bang. Kami sudah memaafkan abang dari dulu.”
“Apakah yang kau ucapkan itu benar?”
“tentu…”
“Jadi kapan abang pulang?”
“Secepatnya. Abang akan mencari uang agar abang bisa pulang dalam jangka waktu dekat.”
“Abang tidak perlu melakukan hal itu. Aku akan berikan tiketnya,lalu mengirimkan tiket secepatnya. Dan kami akan menjemputmu dibandara.”
“Terimakasih dek, terimakasih.”
Akhirnya pembicaraan mereka berdua berlanjut hingga malam tiba. Dua hari setelah itu, sebuah tiket sampai di depan kediaman ku. Dan tiga hari detelahnya aku pergi menuju tempat yang sangat ingin aku kunjungi, yaitu kampung halaman ku, di Bandung.
Sesampainya di bandara medan aku sangat terkejut dan haru karena aku tidak pernah menyangka kalau keluarga ku akan menyambut aku dengan hangat seperti itu. Tiba tiba air mata ku pun menetes, aku tidak pernah menyangka harapan bertemu keluarga ku kembali terwujud.
Dalam perjalanan menuju tempat aku dibesarkan, aku memadangi keadaan sekitar. “Banyak yang telah berubah saat ini.” Ucap ku.
Setelah dua jam dalam perjalanan akhirnya aku pun sampai di rumah. Seluruh keluarga manyambut dengan sambutan hangat. Bahagia menyelimuti hati ku.
Sesampainya di gerbang rumah, aku melihat wanita tua yang menyambut dengan wajah bahagia, Wanita itu tak lain adalah ibu aku. Ibu yang selama ini aku kenal penyayang walau sangat tegas, kini telah tua dan renta. Wanita itu sangat bahagia menyambut kedatangan ku, yang dikiranya telah hilang dan tidak akan pernah kembali.
Setelah aku melihat ibu, aku langsung menghampiri dan memeluknya erat-erat. Air mataku pun menetes ke pundak ibu.
“I..bu… maafkan aku bu.. maaf…” ucap ku dengan terbata bata.
“Ibu telah memafkanmu nak…” ucap ibu sambil menangis.
Akhirnya setelah perjalan yang panjang, aku dapat bertemu keluarga kembali. Setalah bercengkrama cukup lama dengan semua keluarga aku pun pergi ke kamar , kamar yang pernah aku tinggalkan bertahun tahun.
Saat disana aku pergi mengunjungi berbagai tempat, tidak terasa sudah hampir dua bulan aku berada jauh dari Jakarta, dan akhirnya harus kembali ke Jakarta. Aku sangat sedih ketika ingin kembali ke Jakarta, namun itu harus aku lakukan.
Sesampainya di Jakarta aku menceritakan semuanya kepada anak dan istriku. Setelah satu minggu kepulangan ku, aku mandapatkan kabar buruk, bahwa ibu ku telah meninggal. Betapa hancur hati ku, namun aku harus merelakan kepergianya. dan aku hanya bisa berdoa  kepada yang kuasa agar amal dan ibadahnya dapat diterima olek Allah SWT.


SELESAI
_nok tiara